Sherlock Holmes – A Game Of Shadow | Trailer 2

Posted in Detektif, Film, Guy Ritchie, Inggris Raya, Movies, Novel Adaptation, Period Movie, Probolinggo, Trailer, Video on 8 November 2011 by nontonsambilmakan

Akhirnya trailer kedua film detektif karya adaptasi novel Sir Arthur Conan Doyle ini rilis juga, seperti sudah bisa ditebak sedari awal, film ini murni bergaya Guy Ritchie yang terlihat begitu ambisius, terutama adegan-adgan slow-motion khas-nya yang tercipta dari serpihan akibat ledakan.

Salah satu film paling ditunggu akhir tahun ini selain Mission Impossible 4: Ghost protocol!

Kurban!

Posted in Hari Raya Idul Adha, Hewan Kurban, Selamat on 6 November 2011 by nontonsambilmakan

Berkurbanlah sebelum engkau dikurbankan :D

NB: Pas ngetik kata “kambing” di google, nemu gambar ini. Entah apa kaitannya, yang jelas, bisa jadi  kemungkinan besarnya para kambing-kambing ini lari karena mau dikurbankan, atau sudah tidak ada rumput hijau-layak konsumsi lagi dibawah.

Rumput tetangga masih terlihat hijau tuh.

V For Vendetta

Posted in Comic Adaptation, Film, Guy Fawkes, Inggris Raya, Kanselor, Mask, Movies, Politik, Quote, Resensi, Review on 5 November 2011 by nontonsambilmakan

Entah dengan alasan apa, tiba-tiba saja saya mendapat ilham untuk kembali menyaksikan film rilisan tahun 2006 yang agak sedikit rumit ini. Sebenarnya, bukan kisahnya yang sulit, melainkan dialognya yang berbelit, untung saya tidak ikutan sembelit. Kalimat terakhir, mohon abaikan.

Hanya bermodal duit tiga-ribu-lima-ratus rupiah saja, sudah bisa bawa pulang deh film ini dari rental.

#Scene di kosn: Keluarin piringan VCD hasil minjem dari rental, lalu masukkan ke oven selama kurang lebih lima menit, sementara itu, iris wortelnya kecil-kecil lalu tambahkan bawang bombay dan……..bersama Farah Quinn!” Hemm, bukan ya?

Oke, back to film.

……

Detak jarum menunjukkan tepat jam 12 malam, waktu London, setelah jam malam diberlakukan:

“Remember, remember, the Fifth of November, the Gunpowder Treason and Plot. I know of no reason why the Gunpowder Treason should ever be forgot.” – V kepada Evey.

Begitulah untaian kalimat retorika berkumandang agung dari sosok misterius nan terlupakan bertopeng Guy Fawkes yang mendasari inti kisah film adaptasi komik terbitan DC Comic, karangan Alan Moore dan David Lloyd ini.

Bertambah dramatis lagi karena dalam aksi perdananya, pertama-tama V (yang diperankan oleh Hugo Weaving) mengandaikannya dengan iringan alat musik gesek yang lirih, beneran lho, hampir tak terdengar, lantas disambut alat musik tiup yang terlantun dari speaker milik pemerintah disetiap sudut kota yang bernuansa laiknya lagu-lagu kebangsaan. Suka-cita aksi memperingati 5 November pertama ini ditutup dengan kresendo! Diikuti oleh munculnya huruf “V” dari gedung Old Bailey yang penuh kembang api nan eksplosif.

Hulu-hilir film V For Vendetta dimulai dari eksplanasi memori-memori kelam yang dirasakan oleh karakter V dan kemudian berlanjut dengan tumbuhnya bibit-bibit evolusi dari pemikirannya yang mentah hingga terurai-berai, meluas, atau lebih pasnya-sengaja disebarluaskan dan menjalar disetiap sanubari warga Inggris setelah menyaksikan “siaran langsung daruratV yang beraroma propaganda.

Jenggot kanselor Sutler (John Hurt),  tentu saja hangus terbakar, disetiap rapat terbatas dengan pejabat teras pun selalu terlihat mengintimidasi.

Sutler: What we need right now is a clear message to the people of this country. This message must be read in every newspaper, heard on every radio, seen on every television… I want everyone to remember, why they need*us!

Enywey, sempat kepikiran juga dengan nasib yang dialami oleh karakter Evey (Natalie Portman) yang tampil plontos, perlukah saya melabelinya sebagai karakter yang telah dicuci otak? Apa bedanya dengan korban cuci otak-cuci otak lainnya.

Finally

Ingat, ingatlah, hari ini adalah hari sabtu, tanggal 5 November, 2011.

#Sekedar nostalgila!

^___^

Judul: V For Vendetta | Sutradara: James McTeigue | Naskah: Andy Wachowski, Lana Wachowski | Pemain: Natalie Portman, Hugo Weaving, Stephen Rea, Stephen Fry, John Hurt, Tim Piggot-SMith, Roger Allan, Natasha Wightman | Tanggal Rilis: 17 Maret 2006 (USA) | Durasi: 132 Menit | Produksi: Warner Bross. Pictures, Virtual Studio, Silver Pictures.

Komodo

Posted in Indonesia, Komodo, Nusa Tenggara Timur, Seven Wonder on 4 November 2011 by nontonsambilmakan

Komodo, hewan yang begitu eksotis karena mereka adalah salah satu saksi hidup peninggalan era purbakala, meski populasinya kini semakin menyusut. Lebih luas lagi, Pulau Komodo, wilayah yang sangat indah. Ingin rasanya menginjakkan kaki disana, bersua dengan nuansa alamnya yang apa adanya.

Namun yang perlu diketahui, Komodo beserta seluk-beluk keelokannya tidak membutuhkan sms, mereka butuh perhatian yang lebih dari itu, lebih intim lagi, mereka hanya butuh kehidupan yang layak, laiknya melestarikan kemurnian.

Sebetulnya saya lebih suka menggunakan kata konservasi.

Behind The Scene Mission Impossible 4 – Ghost Protocol: “Aksi Tom Cruise di Burj Khalifa-Dubai”

Posted in Behind The Scene, Burj Khalifa, Dubai, Film, Movies, Preview, Video on 3 November 2011 by nontonsambilmakan

Brad Bird lebih dikenal sebagai sutradara film animasi seperti The Incredibles (2004) dan Ratatouille (2007), namun kini untuk sementara, dia meninggalkan meja komputernya dengan menggarap film live action berjudul Mission Impossible 4 yang ber-sub judul Ghost Protocol. Sesuai judulnya, Brad Bird menyuguhkan aksi yang “impossible” atau lebih tepatnya “extreme” berupa Tom Cruise yang benar-benar memanjat gedung pencakar langit, Burj Khalifa, di Dubai.

Buried

Posted in Claustrophobia, Film, Irak, Movies, Resensi, Review on 1 November 2011 by nontonsambilmakan

Setelah mengamati beberapa hal dalam hidup, ternyata, ketakutan terbesar manusia itu adalah mati.

Boleh jadi kita yang ditinggalkan akan sedih dan merasa kehilangan, namun, bagi yang percaya bahwa setelah kematian semua yang kita perbuat selama hidup akan menuai hasil disana, datangnya kematian yang tidak disangka-sangka akan terdengar mengerikan. Tidak siap mati, itulah mungkin salah satu alasan paling mendasarnya.

Sontak salah seorang sahabat saya berkata “Berani hidup nggak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja” ucapnya seloroh.

Meski tidak terkait secara langsung, Buried yang dibintangi Ryan Reynold juga berbicara tentang ketakutan perihal kematian. Setidaknya, demikianlah hikmah yang saya petik dari film ini.

Akan tetapi, selain mengisahkan tentang Paul Conroy (Ryan Reynold) yang terbangun disebuah peti mati, dua meter dibawah tanah, di wilayah kurang terkenal, di Irak, dan perjuangannya bernegosiasi dengan teroris untuk bertahan hidup. Buried juga menyentil Amerika dengan intens selaku pemerintah, tumpuan asa Paul yang asli warga Paman Sam dan kebijakan mereka terhadap negeri timur tengah, pun begitu substil menyentuh sistem-sistem yang malah membuat blunder bagi warga sipil biasa seperti Paul.

Kembali mengulik tentang kematian, ada kalimat yang pernah saya lontarkan di sebuah kesempatan yang bunyinya kurang lebih: “Banyak diantara kita yang begitu berhasrat masuk syurga, namun diantara yang menginginkan itu, tidak sedikit pula ternyata takut mati. Padahal, untuk menuju kesana, kita terlebih dahulu harus melewati kematian“.

Enywey, film ini tidak dianjurkan bagi penderita Claustrophobia.

Wedang Cor

Posted in Drink, Jember, Minuman, Minuman Khas on 1 November 2011 by nontonsambilmakan

Musim hujan pun tiba, tiada hari tanpa hujan, pohon-pohon mulai ditumbuhi lumut, pertanda suhu udara pun mulai sejuk. Diantara dentingan air hujan dan gelapnya langit, tersingkaplah nuansa Jember yang asli.

Kalau sudah begini, saatnya mencari yang dingin-dingin.

Salah satunya adalah: Menyeduh minuman hangat :)

Well, untuk urusan minuman penghangat tubuh, terutama buat siapapun yang pernah menetap di kota Jember (yang terkenal dengan olahan makanan dan minuman berbahan dasar tape seperti Suwar Suwir, Prol Tape & Brownies Tape) pastilah -seidaknya- pernah mendengar minuman bernama Wedang Cor. Sesuai namanya, seduhan hangat ini memang terlihat seperti cor bangunan yang biasanya terdiri dari campuran semen, kapur dan pasir. Tapi tidak ladies & gentlemen, kita tidak sedang ingin membangun gedung, apalagi disuruh meminumnya.

Hanya saja, tidak seperti tongkrongan keren lainnya yang memilih spot strategis, lokasi warung Cor ini berada di gang sempit dan jauh dari keramaian, dan karena berada di pelosok, yang membuat sumringah tentu saja harganya yang bersahabat karib dengan dompet.

Tiga ribu perak untuk ukuran pengusir dingin, mantap sekali bukan?

Sambil menikmati heningnya kehidupan malam dilingkungan sekitar warung, dengan sesekali terdengar canda-tawa pengunjung lainnya, menyeruput wedang ini bersama sahabat, rekan kerja, ataupun keluarga makin terasa hangat. Minumannya sendiri menawarkan kejutan-kejutan hangat dari tape ketannya, begitu pula dengan aroma jahe dan kentalnya racikan susu dan gula pasir, bikin nagih.

Jika kurang puas, pemilik warung menyediakan dua pilihan, yakni biasa dan double, tentu, kelebihan double terletak pada komposisi tape ketannya yang bejibun.

Enyway, Karena semakin terkenal, khususnya dikalangan muda, minuman yang sengaja dipadukan dengan cemilan pisan goreng dan tempe goreng ini kini sedang diusahakan menjadi minuman khas. Lebih tepatnya, minuman khas Jember. Finally, seperti makanan dan oleh-oleh khas daerah lainnya, sudah perkara mahfum bila kemudian warung yang menyediakan menu Cor semakin membeludak. Namun untuk kasus produk khas yang satu ini, bagi saya, arung Wedang Cor di Perhutani tetaplah yang paling nikmat rasanya.

Yuk ngecor:D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.