Entah dengan alasan apa, tiba-tiba saja saya mendapat ilham untuk kembali menyaksikan film rilisan tahun 2006 yang agak sedikit rumit ini. Sebenarnya, bukan kisahnya yang sulit, melainkan dialognya yang berbelit, untung saya tidak ikutan sembelit. Kalimat terakhir, mohon abaikan.
Hanya bermodal duit tiga-ribu-lima-ratus rupiah saja, sudah bisa bawa pulang deh film ini dari rental.

#Scene di kosn: Keluarin piringan VCD hasil minjem dari rental, lalu masukkan ke oven selama kurang lebih lima menit, sementara itu, iris wortelnya kecil-kecil lalu tambahkan bawang bombay dan……..bersama Farah Quinn!” Hemm, bukan ya?
Oke, back to film.
……
Detak jarum menunjukkan tepat jam 12 malam, waktu London, setelah jam malam diberlakukan:
“Remember, remember, the Fifth of November, the Gunpowder Treason and Plot. I know of no reason why the Gunpowder Treason should ever be forgot.” – V kepada Evey.
Begitulah untaian kalimat retorika berkumandang agung dari sosok misterius nan terlupakan bertopeng Guy Fawkes yang mendasari inti kisah film adaptasi komik terbitan DC Comic, karangan Alan Moore dan David Lloyd ini.
Bertambah dramatis lagi karena dalam aksi perdananya, pertama-tama V (yang diperankan oleh Hugo Weaving) mengandaikannya dengan iringan alat musik gesek yang lirih, beneran lho, hampir tak terdengar, lantas disambut alat musik tiup yang terlantun dari speaker milik pemerintah disetiap sudut kota yang bernuansa laiknya lagu-lagu kebangsaan. Suka-cita aksi memperingati 5 November pertama ini ditutup dengan kresendo! Diikuti oleh munculnya huruf “V” dari gedung Old Bailey yang penuh kembang api nan eksplosif.
Hulu-hilir film V For Vendetta dimulai dari eksplanasi memori-memori kelam yang dirasakan oleh karakter V dan kemudian berlanjut dengan tumbuhnya bibit-bibit evolusi dari pemikirannya yang mentah hingga terurai-berai, meluas, atau lebih pasnya-sengaja disebarluaskan dan menjalar disetiap sanubari warga Inggris setelah menyaksikan “siaran langsung darurat” V yang beraroma propaganda.
Jenggot kanselor Sutler (John Hurt), tentu saja hangus terbakar, disetiap rapat terbatas dengan pejabat teras pun selalu terlihat mengintimidasi.
Sutler: What we need right now is a clear message to the people of this country. This message must be read in every newspaper, heard on every radio, seen on every television… I want everyone to remember, why they need*us!
Enywey, sempat kepikiran juga dengan nasib yang dialami oleh karakter Evey (Natalie Portman) yang tampil plontos, perlukah saya melabelinya sebagai karakter yang telah dicuci otak? Apa bedanya dengan korban cuci otak-cuci otak lainnya.
Finally…
Ingat, ingatlah, hari ini adalah hari sabtu, tanggal 5 November, 2011.
#Sekedar nostalgila!
^___^
Judul: V For Vendetta | Sutradara: James McTeigue | Naskah: Andy Wachowski, Lana Wachowski | Pemain: Natalie Portman, Hugo Weaving, Stephen Rea, Stephen Fry, John Hurt, Tim Piggot-SMith, Roger Allan, Natasha Wightman | Tanggal Rilis: 17 Maret 2006 (USA) | Durasi: 132 Menit | Produksi: Warner Bross. Pictures, Virtual Studio, Silver Pictures.